Duterte memerintahkan tentara membunuh teroris yang melarikan diri dari serangan gagal di tempat wisata Provinsi Bohol, Filipina tengah, Sabtu, 22 April 2017. TARUHAN BOLA
Dalam insiden itu, terjadi baku tembak antara tentara Filipina dan kelompok Abu Sayyaf. Peristiwa itu menewaskan tokoh kunci kelompok ekstremis itu.
Presiden kelahiran 28 Maret 1945 itu menyebut ektrimis tersebut "binatang."
"Saya dapat melakukan 50 kali lipat dari apa yang dapat Anda lakukan.. beri saya cuka dan garam, saya akan makan hati mereka," kata Duterte seperti dikutip dari Associated Press pada Senin
Pernyataan itu membuat hadirin yang hadir tertawa, tapi Duterte memotongnya sambil berkata, "Itu benar, apalagi jika Anda telah membuatku marah." TOGEL ONLINE
Duterte, mantan mayor Davao telah menciptakan gambarannya sebagai "punisher" alias sang penghukum. Ia menang jadi presiden pada Mei lalu setelah berjanji akan melibas jaringan narkoba, korupsi, dan terorisme di Filipina. CASINO ONLINE
Janjinya, terutama narkoba benar dipenuhi. Namun, ribuan orang tewas konsekuensi dari kebijakannya itu.
Ia juga memperingatkan kepada kawasan selatan Filipina yang selama berdekade-dekade menjadi rumah bagi separatis, akan memberlakukan darurat militer jika terorisme makin gencar melancarkan keinginannya. POKER DOMINO99 ONLINE TERPECAYA
Posting Komentar